- Wabup Sampaikan Pesan Spiritual dan Pembangunan pada Malam Kedua Ramadan di Masjid Rahmatan Lil Alamin Benteng
- Potensi Carbon Trade dan Check Point Perikanan Selayar Dibahas, Bupati–Gubernur Temui Mendagri Soal DBH
- Wabup Muhtar : Pasokan BBM ke Selayar Segera Tiba, Pelayanan Dimaksimalkan
- PMI–Baznas Selayar Gelar Donor Darah Sukarela Jelang Ramadan 1447 H
- Bupati Selayar: Juara MTQ Jangan Berpuas Diri, Tantangan MTQ Sulsel Sudah Menanti
- Gerakan Indonesia ASRI Kodaeral VI Bersama Pemda dan Rakyat Bersihkan Pantai TPI Bonehalang Selayar
- Gerakan Indonesia Asri Hidup di Selayar: Jumat Pagi, Pantai Pasar Bonea Jadi Titik Aksi Diskominfo-SP
- Apel Pagi, H. Arfang Arief Ajak Pegawai Sambut Ramadan dengan Ibadah dan Kepedulian
- MTQ XXXIV 2026 Resmi dibuka, Diharapkan Jadi Panggung Syiar Al-Qur an dan Kearifan Lokal Selayar
- Bupati Natsir Ali Kejar Program Pusat, KKP Siap Jadikan Selayar Role Model Kampung Nelayan Merah Putih se Indonesia
Hadiri Rakortas R3P, Bupati Basli Dorong Penuntasan Penanggulangan Bencana di Selayar

KEPULAUAN SELAYAR - Bupati Kepulauan Selayar, H. Muh. Basli Ali mengikuti Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Pembahasan Dokumen Rencanan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) secara virtual.
Kegiatan yang difasilitasi dan dikoordinir oleh Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia (D-2) ini, diikuti oleh, BNPB, Kemenko PMK, Kementerian PUPR, BPBD Provinsi Sulsel dan jajaran pejabat OPD terkait Pemkab Kepulauan Selayar melalui aplikasi zoom meeting dari Ruang Vidcon Rujab Bupati, Jumat (18/11/2022).
Membuka rapat, D-2 Sekretariat Wakil Presiden, Suprayoga Hadi, mengatakan bahwa rakortas ini merupakan tindak lanjut dari rapat sebelumnya, pada 6 Sepetmber 2022 lalu.
Baca Lainnya :
- Bawakan Materi Kuliah Umum di Kampus IPDN Sulsel, Ini Paparan Bupati Kepulauan Selayar0
- Dispar Selayar Gelar FGD Persiapan Penyambutan Peserta Wonderful Sail to Indonesia0
- Bupati Selayar Perbolehkan Masyarakat Beraktivitas dengan Tetap Patuh Pada Protokol Kesehatan 0
- Pemkab Kepulauan Selayar Peringati Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 0
- DWP Selayar Gelar Sosialisasi Lingkungan Terkait Rumah Pangan Lestari0
"Diharapkan Rakortek hari ini dapat memfasilitasi aksi tindaklanjut yang termaktub dalam R3P untuk penuntasan penanggulangan bencana yang dialami Kabupaten Kepulauan Selayar" ucapnya.
Sementra itu, Bupati Basli Ali mengawali paparannya dengan menjelaskan mengenai dampak terjadinya gempa bumi 7,4 skala richter di wilayah Kepulauan Selayar pada 14 Desember 2021 lalu.
"Akibat gempa, sejumlah infrastruktur dan rumah penduduk mengalami kerusakan, yang lebih mengkhwatirkan, terjadinya penurunan permukaan tanah kurang lebih 1,5 meter sehingga air laut menggenangi pemukiman yang berada dipesisir" paparnya
Sektor perumahan merupakan sektor prioritas karena merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang penanganannya harus dilakukan segera, sehingga penanganan untuk rumah terdampak harus dituntaskan tahun ini, lanjut Bupati
Basli Ali menyebut berdasarkan hasil analisis yang termuat dalam dokumen R3P Gempa Bumi 7,4 Skala Richter Kabupaten Kepulauan Selayar, besarnya kerugian dan kerusakan akibat dampak bencana gempa bumi tersebut sebesar Rp. 775 Milyar lebih.
Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar, masih sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.
Diperkirakan total kebutuhan pendanaan untuk rehabilitasi rekonstruksi pascabencana gempa bumi Kabupaten Kepulauan Selayar sebesar Rp. 353 Milyar lebih.
"Skala perioritasnya adalah Sektor Perumahan sekitar Rp. 19 Milyar- Sektor Infrastruktur Rp. 313 Milyar, Sektor Ekonomi Rp. 825 juta Sektor Sosial Rp. 20 Milyar dan Lintas Sektor Rp. 280 juta." Papar Bupati merinci perkiraan kebutuhan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa dengan jangka waktu pemulihan selama 3 (tiga) tahun yaitu periode tahun 2022 sampai dengan tahun 2024.
Dalam Rakortas Pembahasan R3P ini, Bupati Basli juga mengharapkan Percepatan realisasi bantuan Dana Siap pakai (DSP) untuk perbaikan rumah Warga Terdampak Bencana
senilai Rp.7,9 M yang masih berproses di BNPB, serta Percepatan bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi khususnya pembangunan infrastruktur pantai di Kecamatan Pasimaranu dan Kecamatan Pasilambena. (Humas-ic)










.jpeg)