- Wabup Selayar Tekankan Sinergi dan Kesiapsiagaan Jelang Arus Mudik Idul Fitri 1447 H
- Sentuhan Nyata di Tanabau: Safari Ramadan Pemkab Selayar Hadirkan Harapan dan Keberkahan
- Bupati Selayar Sambut 16 Dokter Internship, Perkuat Layanan Kesehatan Daerah
- Bupati Natsir Ali Hadirkan Berkah Ramadan bagi Resmiati di Bontotangnga
- Bupati Natsir Ali Saksikan Penandatanganan Perjanjian Kinerja 2026, OPD Diminta Tingkatkan Etos Kerja
- Safari Ramadan Hari Kelima, Bukti Nyata Kepedulian Pemkab Kepulauan Selayar untuk Masyarakat
- Hormati Wapres ke-6 RI, Instansi dan Warga Selayar Diminta Kibarkan Bendera Setengah Tiang
- Bupati Selayar Pimpin Ekspose Rencana Kinerja OPD, Tekankan Target Terukur dan Akuntabel
- Tinggalkan Agenda Safari, Bupati Natsir Ali Prioritaskan Bersama Santri, Hadiri Penutupan Muballigh Hijrah di Bontonasaluk
- Wabup Muhtar Pimpin Safari Ramadan 1447 H di Desa Harapan, Salurkan Bantuan dan Gaungkan Program Pertanian
Kemensos Berikan Bantuan di Sektor Kelautan, Pertanian, dan UMKM Bagi Masyarakat Selayar

KEPULAUAN SELAYAR - Pada rangkaian Bakti Sosial di Kabupaten Kepulauan Selayar, Kementerian Sosial memberikan bantuan pemberdayaan untuk memperkuat sektor-sektor yang menjadi potensi wilayah kepulauan dan mendukung pemenuhan kebutuhan pangan. Bantuan diberikan kepada kelompok masyarakat untuk mendukung sektor kelautan, pertanian, dan UMKM agar pendapatan dan kesejahteraan warga kepulauan meningkat.
Dua desa di Kecamatan Bontosikuyu, Kepulauan Selayar, yaitu Desa Binanga Sombaiya dan Desa Appatanah, menjadi rumah bagi Suku Bajo yang dikenal sebagai suku penjelajah lautan dan mampu menyelam di dasar laut tanpa bantuan alat pernapasan selama belasan menit. Selama ini, masyarakat di dua desa tersebut menjadikan laut sebagai mata pencaharian utama dan mempertahankan tradisi menyelam saat mencari ikan.
"Di Desa kami, khususnya di Dusun Bajo para nelayan masih menyelam saat mencari ikan. Makanya kami meminta bantuan berupa alat selam seperti kacamata, sepatu renang, dan senter," kata Kepala Desa Binanga Sombaiya, Muhammad Arding, saat ditemui setelah mengikuti rangkaian Acara Puncak Bakti Sosial Kemensos, di Benteng, Selayar, Senin (9/9). Para nelayan selama ini bergantian menggunakan alat selam karena kesulitan membeli alat selam yang harganya sangat mahal.
Baca Lainnya :
- Mahasiswa Unhas Makassar Laksanakan Program Bina Desa di Selayar0
- Kunker Wabup Kepulauan Selayar ke Sultra, Ini Agendanya 0
- HUT PMI ke-78, Saiful Arif Sebut PMI Selayar Masih Tetap Eksis dalam Berbagai Kegiatan Sosial Kemanusiaan0
- Pemkab Selayar Masuk Nominasi TPID Kota Beprestasi Kawasan Sulawesi0
- Sekda Selayar bersama Forkopimda Pantau Kesiapan Pelaksanaan STQH XXXIII Sulsel 0
Kelompok nelayan Desa Binanga Sombaiya menerima 10 unit sampan fiber, 1 set alat selam, dan 10 unit mesin katinting berdaya 15 PK dari Kemensos. Bantuan dari Kemensos menjadi penting sebab dengan adanya mesin dan sampan, nelayan tidak perlu lagi mendayung saat melaut. Dengan begitu para nelayan bisa menghemat tenaga yang biasa digunakan mendayung untuk menyelam dan menangkap lebih banyak ikan.
Selain bantuan untuk nelayan, Kemensos mendistribusikan berbagai kebutuhan untuk sektor pertukangan di desa tersebut berupa 5 buah gergaji, 5 buah amplas listrik, 5 set bor listrik, 5 buah mesin pahat, dan 5 buah ketam listrik. Sektor pertanian juga mendapatkan bantuan berupa 10 gulung kawat duri, 10 unit traktor, 10 gulung waring pagar, dan 10 karung pupuk. Bantuan pertanian, terutama traktor, sangat dibutuhkan. Menurut salah satu anggota kelompok pertanian di Desa Binanga Sombaiya, Sanak (59), traktor bisa memotong waktu membajak hingga tujuh hari. "Untuk tiga petak itu bisa 10 hari membajaknya karena kami pakai tenaga sendiri. Kalau traktor bisa tiga hari," ujarnya. Rencananya, traktor akan dikelola bersama oleh kelompok.
Sementara itu, di Desa Appatanah, Kemensos juga menyalurkan bantuan untuk nelayan, yang mencakup 1 unit alat pres kemasan ikan kering, 5 karung garam, 2 buah coolbox berkapasitas 75 liter, 4 buah mesin katinting berdaya 7 PK, 1 set alat selam, dan 2 buah freezer. Selain itu, kelompok peternak ayam petelur di desa ini juga menerima 200 ekor ayam petelur pullet usia 18 minggu, 10 unit kandang ayam, dan 10 karung pakan guna mendukung usaha peternakan mereka.
Di Desa Patilereng, Kecamatan Bontosikuyu, kelompok pembuat kue mendapatkan 1 buah mesin giling mie berkapasitas 20 kg, 2 unit oven, 1 buah mesin pengaduk adonan berkapasitas 5 kg, 3 buah kompor, dan 1 buah mesin parut kelapa. Sementara itu, di Desa Bontotangnga, Kecamatan Bontoharu, kelompok pembuat gula aren menerima 6 buah wajan besar, 6 buah kompor seribu mata, 24 buah cetakan gula aren, 6 buah talenan, dan 6 buah tabung gas. Kelompok pembuat minyak VCO di desa ini juga mendapat dukungan berupa 1 unit mesin pemeras santan, 1 unit mesin sentrifugal, dan 1 unit mesin penyaring minyak VCO. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas usaha masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan mereka. (Humas IKP Diskominfo SP/Im)










.jpeg)