- Wakili Bupati, Kadis PUTR Selayar Tegaskan Komitmen Percepatan RDTR
- Bupati Natsir Ali Bawa Selayar Raih TPAKD Award 2026 Terbaik Wilayah Sulawesi
- Wabup Selayar Buka Pemaparan Final FS Pelabuhan Komba-Komba/Lambego dan Bontomatene
- Kadis Kominfo SP Selayar Perkuat Strategi Menuju Predikat Informatif
- Bupati dan Wabup Selayar Angkat Warisan Bahari dan Potensi Pangan di Kirab HUT ke-357 Sulsel
- Nasi Goreng Sayang Istri, Aksi Bupati Selayar Warnai Keseruan HUT ke-357 Sulsel
- Wabup Muhtar Presentasikan Kelapa sebagai Produk Unggulan Selayar dalam Pertemuan OVOP Sulsel
- Bupati dan Wabup Selayar Promosikan Produk UMKM di Sulsel Expo dan Culinary 2026
- Lima Peserta Lolos Administrasi Seleksi Direksi dan Komisaris Bumi Maritim Tanadoang
- Wabup Selayar Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi di Forum TPID Sulsel Zona V Bulukumba
Prof. JJ: Selayar Adalah Jantung Segitiga Emas Pariwisata Nasional

KEPULAUAN SELAYAR — Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa atau Prof. JJ, menilai Kabupaten Kepulauan Selayar memiliki potensi besar menjadi salah satu pusat pengembangan pariwisata unggulan di Indonesia timur.
Hal itu disampaikannya saat memberikan ceramah umum di Ruang Pola Kantor Bupati Kepulauan Selayar, Senin (18/5/2026), di hadapan Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, serta jajaran ASN lingkup Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar.

Baca Lainnya :
- Dekranasda Kepulauan Selayar Ikuti Kegiatan Mewarnai Nusantara dengan Budaya di Benteng Fort Rotterdam 0
- Baznas Selayar Salurkan Bantuan untuk Warga dan Pondok Pesantren di Pulau Jampea0
- Bupati Kep. Selayar : Melalui STQ Tumbuh Kembangkan Nilai-Nilai Al-Qur’an 0
- Larwasda 2024, Bupati Basli Ali Tegas, OPD Harus buka Ruang Partisipasi Masyarakat0
- Bupati Kunker Pada 5 Kecamatan Kepulauan0
Dalam paparannya, Prof. JJ menyebut Selayar memiliki “posisi emas” karena berada di jalur strategis logistik dan wisata nasional yang menghubungkan Bali, Labuan Bajo, dan Toraja.
“Selayar adalah jantung segitiga emas pariwisata. Ini keunggulan mutlak yang tidak dimiliki banyak daerah,” ujarnya.
Menurutnya, kekayaan alam Selayar menjadi modal utama dalam membangun sektor pariwisata berkelanjutan. Keindahan laut, gugusan pulau, serta keberadaan atol yang disebutnya sebagai salah satu yang terkaya dan tercantik di Indonesia merupakan potensi besar yang harus dikelola secara maksimal.
“Alam Selayar adalah anugerah Tuhan. Selayar memiliki kekayaan dan keindahan alam yang luar biasa,” katanya.
Namun demikian, Prof. JJ menegaskan bahwa kemajuan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan potensi alam. Dibutuhkan kebijakan yang terintegrasi, penguatan sumber daya manusia, serta aksesibilitas yang mendukung.
“Kita butuh kebijakan dan akses pariwisata yang terintegrasi agar potensi besar ini benar-benar menghasilkan kesejahteraan,” jelasnya.
Ia juga menilai sektor pariwisata memiliki efek berantai terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Menurutnya, ketika pariwisata berkembang maka berbagai sektor lain ikut tumbuh, mulai dari hotel, restoran, transportasi, hingga hasil tangkapan nelayan yang lebih mudah terserap pasar.
“Kalau pariwisata maju, restoran dan hotel akan tumbuh. Ikan nelayan juga akan laku terjual,” ujarnya.
Prof. JJ turut mengajak masyarakat Selayar agar tidak kaku dan lebih terbuka terhadap perkembangan sektor pariwisata tanpa meninggalkan nilai budaya dan kearifan lokal.
Selain itu, ia menekankan pentingnya inovasi dan hilirisasi dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah berbasis pariwisata dan sumber daya alam.
“Tanpa hilirisasi kita tidak mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi. Hilirisasi adalah ukuran kesejahteraan,” katanya.
Menurut Prof. JJ, Selayar memiliki peluang besar menjadi daerah unggulan apabila seluruh potensi yang dimiliki mampu dikelola secara inovatif dan berkelanjutan dengan dukungan pemerintah, masyarakat, dan sumber daya manusia yang berkualitas. (HUMAS-IC)











.jpeg)