- KRI Marlin-877 Bergerak Menuju Lokasi KLM Nurul Salsa, Pemkab Selayar Intensifkan Koordinasi Penyelamatan
- Sekda Selayar Pimpin Rakor Lomba Desa dan Spot Foto, Targetkan Halo Gaes, Kita Lagi di Selayar, Viral
- Hari Pertama Penuh Kesan, 112 Siswa Baru Disambut Bak Keluarga di UPT SDN Benteng Selatan No.1 Kep. Selayar
- Nasi Santan Jadi Andalan TP PKK Selayar di Festival Kuliner Nasional HKG PKK ke-54
- UMKM Selayar Tampil Memikat di Pameran HKG PKK ke-54 Tingkat Nasional
- Puncak Peringatan HKG PKK ke-54, Hj. Tri Yanti Perkuat Semangat Pengabdian Kader PKK Selayar
- Yanti Rahmawati Ketua TP PKK Selayar Gaungkan Budaya Hidup Sehat Lewat Jalan Sehat Anti Mager
- BKPSDM Selayar dan UNHAS Perkenalkan Program Pascasarjana bagi ASN
- Bupati Selayar Terima Hasil Pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah dari Kementerian PU
- Keluhan Petani Arang Terjawab, Pemkab Selayar dan ASDP Sepakati Skema Khusus Pemuatan di Pamatata
Prof. JJ: Selayar Adalah Jantung Segitiga Emas Pariwisata Nasional

KEPULAUAN SELAYAR — Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa atau Prof. JJ, menilai Kabupaten Kepulauan Selayar memiliki potensi besar menjadi salah satu pusat pengembangan pariwisata unggulan di Indonesia timur.
Hal itu disampaikannya saat memberikan ceramah umum di Ruang Pola Kantor Bupati Kepulauan Selayar, Senin (18/5/2026), di hadapan Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, serta jajaran ASN lingkup Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar.

Baca Lainnya :
- Bupati Kepulauan Selayar Kunjungi PT Tripper Nature, Dorong Kerja Sama Pertanian dan Perkebunan0
- MBA Minta Warga Kooperatif Dukung Pembangunan Jalan Hotmix di Pasimarannu0
- Tim Kabupaten Sehat Tiba di Pulau Kayuadi, Begini Harapan Camat Takabonerate 0
- Bupati Basli Ali hadiri Hut Ke-76 TNI di Makodim 1415 Selayar0
- Bupati Tinjau Langsung Perbaikan Mesin PLTD Tangkala, Tegaskan Pentingnya Pelayanan Listrik di Selayar0
Dalam paparannya, Prof. JJ menyebut Selayar memiliki “posisi emas” karena berada di jalur strategis logistik dan wisata nasional yang menghubungkan Bali, Labuan Bajo, dan Toraja.
“Selayar adalah jantung segitiga emas pariwisata. Ini keunggulan mutlak yang tidak dimiliki banyak daerah,” ujarnya.
Menurutnya, kekayaan alam Selayar menjadi modal utama dalam membangun sektor pariwisata berkelanjutan. Keindahan laut, gugusan pulau, serta keberadaan atol yang disebutnya sebagai salah satu yang terkaya dan tercantik di Indonesia merupakan potensi besar yang harus dikelola secara maksimal.
“Alam Selayar adalah anugerah Tuhan. Selayar memiliki kekayaan dan keindahan alam yang luar biasa,” katanya.
Namun demikian, Prof. JJ menegaskan bahwa kemajuan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan potensi alam. Dibutuhkan kebijakan yang terintegrasi, penguatan sumber daya manusia, serta aksesibilitas yang mendukung.
“Kita butuh kebijakan dan akses pariwisata yang terintegrasi agar potensi besar ini benar-benar menghasilkan kesejahteraan,” jelasnya.
Ia juga menilai sektor pariwisata memiliki efek berantai terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Menurutnya, ketika pariwisata berkembang maka berbagai sektor lain ikut tumbuh, mulai dari hotel, restoran, transportasi, hingga hasil tangkapan nelayan yang lebih mudah terserap pasar.
“Kalau pariwisata maju, restoran dan hotel akan tumbuh. Ikan nelayan juga akan laku terjual,” ujarnya.
Prof. JJ turut mengajak masyarakat Selayar agar tidak kaku dan lebih terbuka terhadap perkembangan sektor pariwisata tanpa meninggalkan nilai budaya dan kearifan lokal.
Selain itu, ia menekankan pentingnya inovasi dan hilirisasi dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah berbasis pariwisata dan sumber daya alam.
“Tanpa hilirisasi kita tidak mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi. Hilirisasi adalah ukuran kesejahteraan,” katanya.
Menurut Prof. JJ, Selayar memiliki peluang besar menjadi daerah unggulan apabila seluruh potensi yang dimiliki mampu dikelola secara inovatif dan berkelanjutan dengan dukungan pemerintah, masyarakat, dan sumber daya manusia yang berkualitas. (HUMAS-IC)










.jpeg)