- Urai Persoalan Sampah dari Hulu, TP PKK Selayar Perkuat Rumah Pilah
- Pengurus PKK dan Posyandu Dua Kecamatan Dikukuhkan, Sinergi Pelayanan Diperkuat
- Dari Paripurna APBD Perubahan, Bupati Natsir Ali Ajak Semua Kekuatan Keroyok Pembangunan Daerah
- Tamrin S. Resmi Masuk DPRD Selayar, Bupati Apresiasi Dedikasi Awiluddin Sihab
- Hadiri Rilis PMH, Wabup Selayar Tekankan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Hujan
- TP PKK Selayar Uji Kapasitas Kader Posyandu Lewat Lomba Cerdas Cermat
- Satgas BBM-LPG Terbentuk, Sekda : Distribusi Kepulauan Harus Jadi Perhatian Khusus
- Anjangsana HUT TNI ke-81, Kodim 1415 Selayar Temui Tokoh Adat Andi Abdurrahman
- Perkuat SDM Pariwisata, Pemkab Selayar Gandeng Unhas Gelar Tes TOEFL
- Komdigi Pastikan Isu Pemadaman Internet Nasional 25–27 September adalah Hoaks
Urai Persoalan Sampah dari Hulu, TP PKK Selayar Perkuat Rumah Pilah

KEPULAUAN SELAYAR — Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Selayar, Hj. Tri Yanti Rahmawati Natsir, mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan memulai pemilahan dari tingkat rumah tangga.
Hal tersebut disampaikannya saat mengunjungi Rumah Pilah Sampah di Desa Kohala, Kecamatan Buki, Selasa (29/9/2026), dalam rangkaian kegiatan SMEP TP PKK.
Hj. Tri Yanti menilai pengelolaan sampah tidak cukup hanya mengandalkan penanganan di tingkat kabupaten, tetapi perlu dimulai dari kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah masing-masing.
Baca Lainnya :
- Bupati Kepulauan Selayar Pantau Pelaksanaan UN Tingkat SLTP0
- Ditengah Pandemi, Pemkab Kep. Selayar Genjot Pembudidaya Kerapu Hidup Tingkatkan Produksi0
- Peletakan Batu Pertama Tanda Dimulainya Pembangunan Gedung Unhas Kampus Selayar0
- Dusun Kaburu Barat Resmi Dicanangkan Sebagai Kampung KB0
- Sebulan KKN di Selayar, Mahasiswa Tematik ENJ UNM Dilepas Kembali ke Kampus0
Ia mendorong setiap desa menyiapkan tempat pemilahan sampah untuk menampung sampah rumah tangga yang tidak lagi dapat diolah secara mandiri. Sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi kompos, pupuk maupun wadah atau media tanam, sedangkan sampah anorganik dapat diolah melalui kegiatan daur ulang.
Menurutnya, pengelolaan sampah juga dapat dikembangkan menjadi kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan keterampilan pengolahan dan daur ulang.
Dengan demikian, sampah yang selama ini menjadi persoalan dapat diolah menjadi produk bernilai tambah sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat desa.
“Harapan kita, langkah seperti ini dapat membantu mengurai persoalan sampah di Kabupaten Kepulauan Selayar. Kita mulai dari rumah, kemudian diperkuat di tingkat desa melalui tempat pemilahan dan keterampilan pengolahan sampah,” ujar Hj. Tri Yanti. (HUMAS-IC)











.jpeg)